Kamis, 21 September 2023

Wela Mbengan

Kau dingin macam rajong koe
Tapi kau tetap menawan macam Par Pipi
Karna kau porang kemus pandang
Berharga macam cengkeh mbengan.
Tenang macam wae mapar,
Tapi rumit macam Pong Mbengan.
Manis macam jeruk mbele.
Kau itu bunga vanili golo watu
Yang kembang macam paroki Mok
Walau kadang saya sedih liat kau jatuh dari air mata bungan.
Saya punya jiwa ingin bajingan macam Tenda gereng,
Tapi saya takut dengan Watu ker
Saya takut akan Tuhan di puncak Golo Tanur
Tapi saya mau lihat kau macam keka Mbengan.
Terbang dari langit Sandang sampai pong somo.

Kamis, 03 Agustus 2023

Kaum Muda Mbengan Jarang Menyelenggarakan Turnamen, Mengapa?

Awal Agustus 2023, Mbengan begitu ramainya. Minggu kemarin, tiga puluh Juli kampung Nunur diramaikan oleh pesta sambut baru. "Nunur bergetar" demikian status teman saya di Facebook. 
Kemudian Minggu depan enam Agustus ada acara sambut baru di Mok. Kita tunggu status apa yang diunggah teman saya di Facebook. 
Ketika sedang asyik menggulir beranda Facebook, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk di grup akom(anak kompleks) akan ada turnamen di lapangan kampung Mesi yang diselenggarakan oleh gabungan OMK( orang mudah katolik) Mesi dan ikatan mahasiswa Ranakolong Kupang. Kemudian teman-teman anggota grup kembali berdiskusi mengenai turnamen ini. Salah satu anggota kemudian berceloteh "awo main beka taung, lare main beka taung. Niang ghau Salo Niang ghau". Anggota grup pun spontan kaget dan tertawa terbahak-bahak. 
Tetapi kemudian celotehan itu terus mengusik pikiran. Sebagai kaum muda, sedikit emosi terpancing. Kemarin Mahasiswa dan orang muda desa lembur berhasil menyelesaikan turnamen. Kemudian disusul orang muda kelurahan Ronggakoe dan sekarang orang muda desa sebelah akan menyelenggarakan turnamen. 
Apakah benar celotehan teman saya tadi? Apakah orang muda Mbengan tidak mampu menyelanggarakan kegiatan serupa? Kalau tidak mampu, apa alasannya? 

Pendidikan merupakan komponen vital untuk membangun sebuah kehidupan. Pendidikan memberikan pengalaman dan keterampilan seseorang siswa ataupun dewasa untuk meraih keberhasilan. Melalui pendidikan, seseorang mampu mengetahui berbagai hal tentang dunia. 
Dalam konteks masyarakat Mbengan, pendidikan merupakan roda yang terus berputar maju. Pendidikan menjadi hal pokok bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupan. Instansi pendidikan mulai dari TK, SD,SMP, dan SMA telah lama ada di Mbengan. Setiap tahun instansi ini berhasil menamatkan siswa-siswa yang siap untuk menjalankan pendidikan di jenjang selanjutnya seperti dari TK ke SD, SMP ke SMA atau SMA ke universitas. 
Rata-rata masyarakat Mbengan era milenial telah menyelesaikan pendidikan duabelas tahunnya mulai dari SD sampai SMA. Selain itu, ada begitu banyak siswa yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas dan berhasil menamatkannya. Hemat saya ini merupakan sebuah prestasi untuk masyarakat Mbengan, dimana kaum terdidiknya mulai hadir ditengah masyarakat. 
Kembali ke pokok pembahasan awal, desa Mbengan tidak sedikitpun kekurangan kaum muda yang berpendidikan. Lalu mengapa selama ini orang muda tidak pernah membuat kegiatan seperti turnamen atau kegiatan lainnya yang membangun? 
   Hemat saya, ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi yakni; kaum muda yang kurang terorganisir, masalah ekonomi dan lapangan.
Pertama kurang terorganisir. Orang mudah di Mbengan mengalami satu fase dimana rendahnya pengalaman berorganisasi. Selain faktor susahnya untuk mengembleng kaum muda. Mbengan juga kekurangan tokoh yang menjadi patron kaum muda. Kaum muda mbengan sangat sulit untuk dipersatukan meskipun memiliki latar belakang yang sama dalam budaya dan lain-lain. Salah satu contoh yang paling praktis adalah munculnya tim sepak bola dari setiap kampung yang notabene memecah belah. Ketika turnamen dilaksanakan di kampung desa tentangga, semua dusun di Mbengan membawakan timnya masing-masing. Akibatnya tim tidak mendapatkan apa-apa kecuali kekalahan. Kemudian bermunculan stigma negatif dari tim tetangga yang menganggap remeh tim dari Mbengan. Penulis hendak mengatakan bahwa apa salahnya kita bersatu ditim yang sama dalam naungan nama Mbengan. 
Kurang terorganisir ini juga terjadi dalam dunia kampus. Pada tahun 2019 di kupang, penulis tidak menemukan satu pun organisasi yang bernama ikatan mahasiswa Kupang Mbengan. Kalaupun itu ada, tidak pernah diadakan suatu forum untuk berdiskusi. Hal ini tentu perlu dibenahi dan diperbaiki oleh kaum siswa Mbengan. Sehingga ketika pulang, bisa mengakomodir kaum muda di Mbengan. 
Kedua, masalah ekonomi. Hal ini tentu tidak bisa dielakan lagi. Mbengan beberapa tahun terakhir mengalami krisis ekonomi. Hasil pertanian sebagai fokus kekuatan ekonomi masyarakat belum mencukupi kebutuhan. Cengkeh sebagai andalan masyarakat belum menghasilkan panen yang mencukupi. Tentu ini sangat berdampak pada semua aspek kehidupan lainnya. Masyarakat akan lebih mementingkan urusan dapur daripada urusan diluar itu seperti mengadakan turnamen. 
Ketiga, lapangan. Saat ini di Mbengan memiliki dua lapangan sepak bola yakni di Mok dan di Nunur. Susahnya ijin untuk mengadakan pertandingan di Mok tentu menghalangi impian ini. Selain itu lapangan di Nunur memiliki ukuran kecil. Harapannya semoga lapangan Nunur bisa diadakan turnamen. 

Kaum muda merupakan penggerak bangsa. Ada setitik harapan melihat bersatunya kaum muda di Nunur. Saban waktu kerap bersama di lapangan nunur dan tempat lainnya. 
Atau juga OMK Mok yang setiap waktu mengadakan kor dimana-mana. Semoga kedepannya bukan di sepak bola dan kor saja. Tetapi semakin merambat ke kegiatan lainnya. Satu hal yang perlu dicatat adalah, untuk membangun kita harus bersatu. Kalau bukan kaum muda, siapa lagi. 
Jika kita tak mampu mengadakan turnamen, beralihlah ke kegiatan yang mengedukasi masyarakat. 
Tabe. 

Senin, 26 Juni 2023

Dulu Liga Paskah di Mok Lebih seruh dari Semifinal Barcelona vs Real Madrid

Kekalahan yang dialami Fc Barcelona di Camp Nou dari rival abadinya Real Madrid sejenak memantik angan di kepala. Gol demi gol yang dimasukkan pemain Real Madrid ke gawang Ter Stegen menggetarkan seluruh hasrat dan angan di kepala untuk menggantikan posisi pemain Barcelona di lapangan. Tetapi itu merupakan angan yang terlalu tinggi. Masuk ke stadion Camp Nou saja tidak pernah diterlintas, di mimpi sekalipun. Ya tidak diragukan lagi, kualitas kita cocoknya di liga tarkam saja.  Apalagi musim hujan begini, cuan sepeser pun belum juga masuk di kantong kecil ini. Membeli beras yang harganya melambung tinggi pun cuma bisa kiloan saja. 
   Kamis 06 April 2023, Barcelona menerima kekalahan telak  dalam laga bertajuk El Clasico. Kekalahan ini seketika juga membangunkan kenangan lama yang tersimpan rapih dalam memori. Kenangan akan liga Paskah yang sangat ramai di kampung Mok. Dimana ketika memasuki masa prapaskah( seminggu sebelum masa paskah) sampai memasuki masa paskah, lapangan paroki Santu Agustinus, Mok ramai dipadati penggemar sepak bola. 
Ketika Ter Stegen tak mampu menghalau bola tendangan pinalti Karim Benzema, seketika itu juga naluri sebagai kiper muncul untuk menepis tendangan itu. Tangan terasa gatal. Kapan lagi bisa bermain seperti dulu. Mungkin itu sedikit cerita yang terukir indah di hati penulis Ketika mendengar curhatan kiper legendaris sebuah tim kalah itu. Apalah daya, sepak bola kita sedang kacau-kacaunya. Bukan hanya level nasional, tetapi level tarkam saja belum mampu mengembalikan marwah sepak bola di lapangan St. Agustinus, Mok. 
   Pusat paroki Santu Agustinus(paroki Mok) terletak di kampung Mok, desa Mbengan, kecamatan Kota-komba, Kabupaten Manggarai Timur. Paroki Mok terdiri dari belasan stasi yang menyebar dari stasi Lewe desa Ngampang Mas sampai Wojang desa Ranakolong. Paroki Mok merupakan sebuah paroki besar di wilayah keuskupan Ruteng.
Kembali ke topik sebelumnya Barcelona dan liga paskah , sebuah liga tarkam yang sering dipertandingkan di masa prapaskah sampai masa paskah dalam sebuah wilayah Paroki. Tim yang bermain pun berasal dari wilayah paroki tersebut. 
Kekalahan Barcelona  pada hari ini menimbulkan rasa rindu akan pertandingan-pertandingan di lapangan Mok tempo dulu. 
Konon liga paskah di Mok sangat ramai dipadati penggemar sepak bola. Meskipun kontur lapangan yang agak miring, lapangan akan tetap seruh menyajikan rangkaian pertandingan liga paskah. Di pinggir lapangan pun, penonton tak kalah banyaknya. Semuanya antusias menyaksikan bola yang ditendang dengan kerasnya mencapai langit. Konon, siapa yang memiliki tendangan tinggi mencapai langit, dia akan dijuluki pemain hebat. 

   Lapangan Mok tak pernah kekurangan penggemar. Tim-tim terbaik dari semua stasi dalam wilayah paroki Mok segera mendaftarkan diri di panitia penyelenggara setelah mendengar di Mok akan ada turnamen paskah. Ada tim bertabur bintang, Gembira Selalu fc. Ada tim dengan fisik kuat, Meteor fc. Ada juga tim lincah Rekopata Fc . Kuda hitam yang siap mematikan langkah tim besar, Burupote fc. Ada juga tim tuan rumah yang sangat legendaris,  Kebunteh fc. Ada juga tim elit sri bintang dan Bintang Mas dari barat paroki Mok. Masih banyak lagi tim yang tidak bisa disebutkan semua oleh penulis. 
Setiap laga dilaksanakan di lapangan Mok. Hujan badai dan kemarau panjang sekalipun, lapangan Mok tetap menjadi sentrum sepak bola paroki Mok. 
Hadiahnya pun tak muluk-muluk amat. Ya, liga ini bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan antara umat di stasi Mok. Meskipun realitanya di lapangan tak sesuai ekspektasi panitia. Liga ini tetap berjalan dan berakhir dengan munculnya juara baru. 
Kontur lapangan Mok yang miring tak membuat patah semangat setiap pemain. Justru ini menambah daya juang pemain untuk juara. Pemain sehebat apapun tak akan bisa menggiring bola dengan baik disini. Tanahnya yang keras di musim kemarau dan licin di musim hujan membuat pemain susah mengontrol bola dengan baik. Pada akhirnya, yang menjadi bintang bukan mereka yang hebat menggiring bola tetapi siapa yang memiliki tendangan keras. Apabila tendanganmu keras menusuk langit, kau akan dipuja dan disoraki penonton di pinggir lapangan. 
   Liga paskah di Mok tak kalah menarik dari laga Barcelona dan Real Madrid dalam lanjutan semifinal leg kedua Copa del Rey di Camp Nou.
Penonton di lapangan Mok tak kalah banyak dari penonton di stadion Camp Nou. Penontonnya juga ramai meneriakan semangat kepada tim yang bermain. Permainan dan strategi tim-tim liga paskah di Mok juga mampu bersaing dengan tiki-takanya Barcelona atau counter attack Real Madrid. Terakhir, jangan kau tanyakan tentang baku pukul di lapangan atau luar lapangan di Mok. Dorongan Ronald Araujo ke Vinicius Jr kalah dari dorongan pemain liga paskah di Mok. Dorongan pemain di Mok diikutsertakan dengan baku pukul yang berujung dengan kartu merah. Kalau sampai ini terjadi,  Mok terasa panas. El Clasico kalah telak dengan liga paskah di Mok. Apalagi kalau yang dimainkan adalah Burupote fc vs Kebunteh fc. Tetapi itu semua adalah jalan untuk menjadi saudara. Tak ada sejarah kehidupan yang luput dari kekacauan. 

   Ada satu hal yang paling istimewa saat liga paskah di Mok yakni munculnya pasar kecil di pinggir lapangan. Memanfaatkan tempat, waktu dan kesempatan penduduk setempat membuka bisnis sementara di pinggir lapangan. Ada warung makan, warung kopi, kios juga penjual buah berjejer rapi. Di hati mereka ada doa supaya penonton membeli barang jualan mereka. Kalah itu ada Jeruk Nunur yang super manis, salak bungan yang sangat enak. Tanpa kita sadari paskah di Mok menggerakkan sedikit perekonomian masyarakat setempat. 

   Sekarang liga paskah itu tinggal kenangan. Semua orang yang menjadi pemain kalah itu hanya merindukan liga paskah di Mok dan menjadikannya bahan cerita untuk anak cucu. 
Dee lestari dalam sebuah tulisan mengungkapkan rindu itu hantu. Jika kau tetap membiarkannya di sudut kepalamu. Ia akan tetap menjadi hantu. Tetapi jika kau berjalan dan menemui rindumu. Ia akan menjadi malaikat untukmu. Kira-kira seperti itulah harapan untuk semua kenangan lama itu. Semoga lapangan Mok tetap menjadi sentrum paroki Santu Agustinus, Mok. Terakhir penulis ingatkan, lupakan semifinal copa del rey itu. Mari berangan untuk liga paskah di Mok. Sehingga terjadilah seperti yang teman saya katakan, lapangan Mok siap menjadi tuan rumah piala dunia U-20. 
Sekian. 


Jangan Heran Jika Nanti Mok Jadi Sebuah Kota

Saya mengimpikan kampung Mok nantinya jadi kota yang kemudian dikenal Mok City, disingkat Moci. Keren bukan?
Tempatnya dingin, udaranya bersih, gerejanya megah, sekolahnya lengkap. PLN  selalu setia menerangi siang dan malamnya. Kurang apalagi coba? 
Oh iya, penghuninya juga punya senyum paling manis dan  pu'at, perpaduan senyum khas Manggarai Rebok dan Teko Mok.
Mok juga pusat paroki St Agustinus. Salah satu paroki terluas di keuskupan Ruteng. Jangan heran kalau Natal dan Paskah, tempat ini sangat ramai. 
Mok juga tempat sentral pendidikan. TK, SD SMP, SMA ada disana. Kalau nanti Tuhan merestui, nanti dibangun sebuah Universitas, hehehe.
Mok semakin hari semakin cantik dan aduhai. 
Dampak globalisasi sejak dulu masuk disana. Tua muda sudah kenal yg namanya medsos. Hampir semua orang punya akun fb,wa. Tidak heran masyarakatnya selalu update.
Pekerjaan masyarakatnya semakin kompleks. Petani, pegawai kantoran, guru dll. Petani merupakan profesi yang tidak akan pernah ditinggalkan. 
Soal olah bola jangan ditanya lagi. Ada banyak tim bola di Mok. Mulai dari Panser fc, Global fc, Aps fc dan San Peter. Namanya keren-keren. Tim  ini punya rekornya masing-masing di pertandingan sepak bola dan volly. Entah pertandingan kandang atau tandang di liga tarkam dan persahabatan.  Semuanya hebat-hebat.  Ya, lebih hebat lagi kalo nnti ada satu klub atas nama Moci tercinta ini.
Pariwisatanya bagaimana? Mok itu indah dan permai. Pariwisatanya belum seterkenal Wae Rebo atau semasyhur Labuan Bajo itu. Mok dengan segala keterbatasannya mencoba mengembangkan pariwisatanya dari usaha swadaya masyarakat.  Lihatlah semangat masyarakatnya membersihkan jalur ke Par Pipi, jurang tertinggi di Mok. 
Mok punya Mbaru Mbo, Benteng Mondo. 
Mok punya sejarah masa lalu yang jaya dalam diri Dalu Kepo yang super imut itu. 
Mengapa Kepo begitu istimewa dengan menyandang status kedaluan?. 
Jadi janganla heran kalau nanti Mok jadi kota. Kota Mok atau Moci tepatnya. 

Tetapi semestinya masih banyak yg dibenahi di Mok. Sumber airnya sangat melimpah. Tetapi kok aneh setiap tahun ada masalah air bersih melulu . Masalahnya yg lain kan enak, biar benar-benar kompleks jadi sebuah kota. Masalah banjir misalnya. Itu Kan terlihat seperti Jakarta hehehe.
Mok bisa diakses menggunakan kendaraan roda 2 atau 4 . Mengunjungi Mok merupakan ujian. Treknya berlubang dan menanjak. Ada tiga titik ekstrim sebelum memasuki kampung Mok yakni Pata, Ndueng dan Rita. Selain memiliki cerita mistis dan horor yang mengerikan turunan Pata dan tanjakan Ndueng merupakan tempat untuk menguji mental berkendara. Jalanan berlubang dan tanjakan panjang akan memberikan sensasi spektakuler dalam berkendara. Melewati dua titik itu, Tanjakan panjang  Rita menanti. Tanjakan paling panjang sebelum memasuki Mok. Kendaraanmu akan dibuat hancur di trek ini. Ah sudahlah jangan bahas tentang jalan. Setiap kali ke Mok ingat saja kutipan fiersa besari ini " tak semua jalan dilapisi aspal mulus. Tak semua jalanan dihiasi trek lurus.  Kadang kita harus berputar sebelum mencapai tujuan dan bertemu kebenaran ". Pada akhirnya, berterimakasihlah pada sopir-sopir juga tukang ojek yang setia menahan rasa sakit punggung di trek ini. 

Puji Tuhan Mok semakin hari makin aduhai dan mempesona . Tinggal di dandani lagi biar makin cantik dan lebih menarik. 
Sore hari di bulan Oktober sampai akhir tahun, rintik-rintik hujan selalu mewarnai kanvas senja di Mok. suasananya paling manis. Kopi hitam dengan jagung manis juga  teko bisa melenyapkan sejenak semua masalah. 
Jika nanti Mok menjadi desa tersendiri atau tidak, itu tidak apa-apa. Intinya jika nanti ada yang ingin bekerja dimana saja di Mok , tidak ada lagi budaya masuk melalui dapur dengan manuk lalong di tangan. Amin.