Minggu, 29 Mei 2022

Jerman Punya Der Panzer; Mbengan Punya Panser FC

   Der Panzer. Apakah anda mengetahuinya? Penggemar sepak bola tentunya mengenal atau pernah mendengarkannya. Der Panzer merupakan julukan untuk tim nasional sepak bola asal Eropa, Jerman. Julukan der panzer sendiri pertama kali muncul di piala dunia Swiss.  Kalah itu timnas Jerman (Jerman Barat) belum menjadi tim yang difavoritkan juara. Tetapi pada akhirnya Jerman keluar sebagai juara. Sejak saat itu timnas Jerman dijuluki panzer sebagai analogi dari mesin diesel panzer yang lambat panas. Namun saat ini timnas yang mengoleksi 4 trofi piala dunia ini merupakan salah satu tim yang paling difavoritkan untuk menjuarai turnamen piala dunia 2022 di Qatar. 
Cerita tentang keganasan Panzer Jerman menjadi buah bibir di penjuru dunia. Terlebih khusus kampung Kemus. Sebuah kampung imut nan permai di Mbengan, Kota-Komba. Siapa yang tidak menginginkan permainan seperti timnas Jerman. Di menit awal kau boleh mendikte permainan. Tetapi jangan pernah lupa, kita adalah Panzer yang membutuhkan waktu untuk panas. Dalam sekejap kami akan merobek jaring gawangmu. 
   Kampung Kemus merupakan sebuah kampung tua di Mbengan. Wilayahnya sangat nyaman dan asri. Jika mentari terbit di pagi hari, kita akan menjumpai wajah-wajah manis dengan senyum khas golo Nguzul disini. Masyarakatnya asik-asik. Kadang kita akan menjumpai sekelompok pemuda duduk melingkar dengan gelas berputar.
 Kemus masuk dalam wilayah dusun Pandang yang meliputi Kemus, Pandang dan Watu Ker. Sepak bola tak pernah lepas dari keseharian masyarakat disana. Kampung tidak akan pernah sepi.  Sebab di sepanjang jalan, anak-anak selalu memainkan sepak bola. 
   Medio November 2020 sampai Mey 2021 merupakan titik awal dari munculnya semangat sepak bola di kampung kemus. Saat itu klub-klub kecil mulai bermunculan di setiap kampung di Kota-Komba. Hadirnya klub-klub ini merupakan titik bosan dari menguatnya isu covid di Indonesia. Masyarakat ingin santai tetapi menyehatkan. Solusinya sepak bola antar kampung (tarkam). Maka dari itu dibentuklah sebuah tim dengan nama pandang Fc dengan coach muda, om Wempi.Tim ini sangat diperhitungkan, dengan kekuatan lini per lini yang mumpuni.
   Seiring berjalannya waktu pandang fc tetap eksis.  Melakukan pertandingan kandang dan tandang.  Dengan pengalaman yang dimiliki coach Wempi tim ini mampu bermain dengan sangat baik di setiap laga.  Apalagi didukung oleh pemain seperti Deny yang pernah bermain di Kota-komba Jayapura, alfons, Sus, atau Mandyk yang malang melintang di liga tarkam.  Tim ini pun memiliki seorang kiper dengan jam terbang tinggi, Maksen Bungtai. Dengan refleks yang luar biasa, ia mampu mengamankan gawang pandang fc disetiap laganya. 
Kisah indah tim Pandang fc berlangsung hampir 1 tahun lebih. Manajemen yang berubah dan pemain yang datang dan pergi membuat klub ini berbenah. Pandang fc kemudian mengganti namanya menjadi Panser fc. Mengapa Panser?
Tim ini dinamakan panser karena dua hal yakni pertama Panser merupakan singkatan dari Pandang, Kemus dan Watu Ker yang notabene berada dalam wilayah dusun Pandang. Jadi kalau anda mau ke salah satu kampung di Pandang,  sebut saja ke Panser. 
Kedua karena mentalitas. Tetua di dusun Pandang menginginkan permainan seperti der panzer di Jerman. Mental sekuat baja namun hati selembut sutra. 
Akhirnya panser fc mengikuti turnamen pertamanya di Ketang. Dengan kekuatan penuh dan semangat tempur tinggi, panser mampu bermain apik. Saat ini mereka sedang berjuang mendapatkan satu tiket ke 32  besar. Semoga semangat tim panzer yang dikenal dunia merasuk dalam tim kecil ini. Apabila panser fc di laga-laga awal terlihat lemah, janganlah kamu heran. Mesinnya belum stabil dan panas. 
"Jika kamu ingin melihat manuel Neur menari dibawah mistar gawang, saksikan Panser fc di Ketang ".


Lupakan Final Paris Itu: Fokus nonton Teger Cup Saja

   Final liga champion Eropa 2021/2022 telah usai. Real madrid menjadi jawara setelah menundukan Liverpool melalui gol semata wayang Vinicius Junior. Hasil ini menempatkan Real Madrid sebagai raja Eropa dengan koleksi 14 trofi liga champion. Disisi lain, hasil ini membuat Liverpool gagal menambah koleksi trofi liga Champion.
Lalu bagaimana dengan fans dari kedua tim. Hasil ini tentunya membuat fans Real Madrid merasa diatas angin. Mereka menganggap timnya sebagai King Of Europe alias rajanya Eropa. Fans Real Madrid patut berbangga dengan hasil ini karena pada musim ini Madrid mampu mengawinkan trofi liga Spanyol dengan trofi liga Champion. 
Disisi lain fans Liverpool mengalami luka yang mendalam. Dendam mereka belum terbalas sedikit pun. Mereka gagal untuk kedua kalinya melawan Real Madrid di final liga Champion sejak tahun 2018. Hasil ini menambah luka, sebab musim ini Liverpool tidak mampu memenangkan dua trofi bergengsi yakni Primere League dan Champions League. 
   Euforia liga Champion Eropa sampai juga ke pelosok-pelosok daerah. Media sosial menjadi aktor utama yang membuat semua orang merasakan eforia di Paris 2022. Degup jantung yang berdetak cepat, kecewa, raungan emosional dan lain sebagainya juga dirasakan mereka. Terlebih khusus kampung Tenda Gereng yang merupakan salah satu kampung yang berada di wilayah desa Mbengan, Kota-Komba,  Manggarai Timur. Cerita tentang Vinicius si bocah ajaib dari Brazil sampai juga ke telinga mereka. Media sosial memang gila. Masyarakat Tenda Gereng dan sekitarnya juga perlu merasakan langsung euforia turnamen seperti di Paris itu. Maka berdasarkan hasil kesepakatan bersama diadakanlah turnamen Volly putra dan putri di Tenda Gereng.  Tentunya turnamen sepak bola dan bola volly adalah jenis olahraga yang berbeda. " Memang cara memainkannya sangat berbeda, tetapi euforia keduanya sama saja" ungkap Nandik Fermino, salah satu pemain andalan di Tenda Gereng. 
   Minggu 29 Mey 2022 sekitar pukul 11 waktu setempat Tenda Gereng atau disingkat Teger bergetar. Bukan karena angin dan hujan yang datang bersamaan tetapi karena gemuru suara penonton yang memadati lapangan volly di sentral Teger. Turnamen volly untuk memeriahkan hari raya Pentakosta resmi dibuka, kurang lebih 6 jam setelah Marcelo Viera mengangkat trofi si kuping lebar. Turnamen ini sangat bersejarah.  Ini adalah turnamen resmi pertama yang diadakan di Teger. Adapun tim yang mengikuti turnamen ini adalah semua orang di wilayah stasi Mok. "Jadi ini merupakan turnamen untuk mempererat hubungan kita di Mok" ungkap salah satu tetua di Teger. Adapun ketua penyelenggara turnamen ini adalah saudara Yansen, tokoh bertalenta yang dimiliki Teger. 
   Kampung Tenda Gereng terletak diantara jalan Mok-Waelengga. Lokasinya yang sangat strategis memungkinkan turnamen ini tidak akan sepi penonton. Lapangannya pun terletak di samping jalan raya. Sehingga setiap hari selama turnamen ini berlangsung, semua orang bebas menonton.  Berbeda dengan liga champion, turnamen ini tidak memungut karcis atau biaya apapun dari penonton yang hadir. Turnamen ini adalah milik semua orang. " Sama kitan le " celetuk Karitas, pemuda tampan dari Teger. Selain itu, turnamen inu adalah langkah untuk membina bakat- bakat muda di stasi Mok. Sehingga olahraga volly mendarah daging di Teger dan Mok secara keseluruhan. Untuk fans real Madrid, transferlah euforia bahagiamu dan khusus untuk fans Liverpool lupakanlah laga itu,  ayo gemparkan Teger I ini. 
Sekian dan terimakasih.

Jumat, 06 Mei 2022

San Peter: Teger dan Kenangan



"San Peter tak pernah jalan sendiri. Ada yang datang, ada juga yang pergi. Itu adalah siklus yang terus berjalan sejak berdirinya klub kecil ini"

    San Peter. Nama yang sangat indah untuk sebuah klub yang bermain untuk level tarkam. San Peter adalah sebuah klub kecil yang bermarkas di kampung Tenda Gereng, desa Mbengan, Manggarai Timur. Klub ini berdiri sejak 1 April 2021. Klub berjersey kandang Orange hitam dan Jersey tandang biru ini merupakan tim yang sangat diperhitungkan. Klub ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Tenda Gereng (Teger) yang notabene penduduknya menyukai olahraga sejak dahulu memiliki tim sepak bola dan volly. Tetapi tim-tim ini tidak teroganisasi dengan baik. Sampai pada akhirnya San Peter terbentuk. 

    Medio Desember 2020 sampai Mey 2021 Mok, Tenda Gereng diguyur hujan deras. Hampir setiap hari langit mengirimkan berliter-liter air ke kampung-kampung. Ditengah badai covid 19 yang menggerogoti bumi Mbengan, begitu banyak pemuda,remaja sampai bocah yang setiap harinya memenuhi lapangan Paroki Mok. Disana adalah tempat pelampiasan untuk segala derita, dan keterkekangan covid 19. Ya, sepak bola adalah solusi untuk membuang segala kepenatan dan beban hidup. Di lapangan semuanya berbaur. Keringat menetes membasahi baju. Bauh ketek adalah hal yang lumrah. Ini adalah awal dari segalanya. 
    Hujan dari bulan Desember itu adalah awal dari munculnya klub-klub kecil di Mok seperti APS, Global, Pandang, dan San Peter yang kita bahas ini. San Peter adalah klub yang berdiri paling akhir yakni di April 2021. Rian Tasman, Safry xaverio dan Nandyk Fermino adalah pencetus terbentuknya San Peter. Ketiga pemuda tampan ini layak diapresiasi. Ide mereka untuk mempersatukan warga Teger dalam satu wadah klub layak diacungi jempol. Dengan didukung oleh tokoh masyarakat dan teman-teman ilmu zae ( grup Facebook ) San Peter pun resmi dibentuk. Mendengar ada klub baru yang dibentuk di Teger, semua orang berpartisipasi untuk membangun klub. Jersey dan bola pun berdatangan mengisi lemari San Peter klub. Sistem klub pun dibentuk berdasarkan musyawarah. Tim sepak bola dibagi menjadi dua yakni senior dan Junior. Sedangkan tim volly dibagi menjadi tim putra dan putri. 
    Tentunya semua orang bertanya apa arti dari San Peter itu. Pendiri klub ini tidak sembarangan memberikan nama. San Peter adalah singkatan dari Saint Peter atau Santu Petrus. Nama Santu Petrus diambil untuk mengingatkan anggota klub pada petrus yang menyangkal Yesus tiga kali. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi kebiasaan menipu(zae) yang melekat di anggota San Peter. Santu Petrus juga dijadikan sebagai pelindung klub baru ini.
    San Peter terus melebarkan sayapnya dengan menjalani berbagai kunjungan tandang dan kandang.  Tujuannya adalah untuk mengasah kemampuan, mental tim dan juga menjalin persahabatan.  
    Namun seiring berjalannya waktu ada begitu banyak anggota klub yang datang dan juga pergi. Tetapi San Peter tak pernah jalan sendiri. Semangat olahraga telah terpatri di dada orang Teger.  San Peter akan selalu jalan bersama Teger. St. Peter menyertai.  

Tulisan ini adalah serangkaian potret kenangan selama setahun di Teger.
Banyak rindu untuk : lucio,safry,nandik,renal,orin,krisen,aldi,ando,jakers,mando,Johan,ridy,pity,mance kewor,ampek,Junior st Peter.
 @LucioBalakNanga