Senin, 26 Juni 2023

Dulu Liga Paskah di Mok Lebih seruh dari Semifinal Barcelona vs Real Madrid

Kekalahan yang dialami Fc Barcelona di Camp Nou dari rival abadinya Real Madrid sejenak memantik angan di kepala. Gol demi gol yang dimasukkan pemain Real Madrid ke gawang Ter Stegen menggetarkan seluruh hasrat dan angan di kepala untuk menggantikan posisi pemain Barcelona di lapangan. Tetapi itu merupakan angan yang terlalu tinggi. Masuk ke stadion Camp Nou saja tidak pernah diterlintas, di mimpi sekalipun. Ya tidak diragukan lagi, kualitas kita cocoknya di liga tarkam saja.  Apalagi musim hujan begini, cuan sepeser pun belum juga masuk di kantong kecil ini. Membeli beras yang harganya melambung tinggi pun cuma bisa kiloan saja. 
   Kamis 06 April 2023, Barcelona menerima kekalahan telak  dalam laga bertajuk El Clasico. Kekalahan ini seketika juga membangunkan kenangan lama yang tersimpan rapih dalam memori. Kenangan akan liga Paskah yang sangat ramai di kampung Mok. Dimana ketika memasuki masa prapaskah( seminggu sebelum masa paskah) sampai memasuki masa paskah, lapangan paroki Santu Agustinus, Mok ramai dipadati penggemar sepak bola. 
Ketika Ter Stegen tak mampu menghalau bola tendangan pinalti Karim Benzema, seketika itu juga naluri sebagai kiper muncul untuk menepis tendangan itu. Tangan terasa gatal. Kapan lagi bisa bermain seperti dulu. Mungkin itu sedikit cerita yang terukir indah di hati penulis Ketika mendengar curhatan kiper legendaris sebuah tim kalah itu. Apalah daya, sepak bola kita sedang kacau-kacaunya. Bukan hanya level nasional, tetapi level tarkam saja belum mampu mengembalikan marwah sepak bola di lapangan St. Agustinus, Mok. 
   Pusat paroki Santu Agustinus(paroki Mok) terletak di kampung Mok, desa Mbengan, kecamatan Kota-komba, Kabupaten Manggarai Timur. Paroki Mok terdiri dari belasan stasi yang menyebar dari stasi Lewe desa Ngampang Mas sampai Wojang desa Ranakolong. Paroki Mok merupakan sebuah paroki besar di wilayah keuskupan Ruteng.
Kembali ke topik sebelumnya Barcelona dan liga paskah , sebuah liga tarkam yang sering dipertandingkan di masa prapaskah sampai masa paskah dalam sebuah wilayah Paroki. Tim yang bermain pun berasal dari wilayah paroki tersebut. 
Kekalahan Barcelona  pada hari ini menimbulkan rasa rindu akan pertandingan-pertandingan di lapangan Mok tempo dulu. 
Konon liga paskah di Mok sangat ramai dipadati penggemar sepak bola. Meskipun kontur lapangan yang agak miring, lapangan akan tetap seruh menyajikan rangkaian pertandingan liga paskah. Di pinggir lapangan pun, penonton tak kalah banyaknya. Semuanya antusias menyaksikan bola yang ditendang dengan kerasnya mencapai langit. Konon, siapa yang memiliki tendangan tinggi mencapai langit, dia akan dijuluki pemain hebat. 

   Lapangan Mok tak pernah kekurangan penggemar. Tim-tim terbaik dari semua stasi dalam wilayah paroki Mok segera mendaftarkan diri di panitia penyelenggara setelah mendengar di Mok akan ada turnamen paskah. Ada tim bertabur bintang, Gembira Selalu fc. Ada tim dengan fisik kuat, Meteor fc. Ada juga tim lincah Rekopata Fc . Kuda hitam yang siap mematikan langkah tim besar, Burupote fc. Ada juga tim tuan rumah yang sangat legendaris,  Kebunteh fc. Ada juga tim elit sri bintang dan Bintang Mas dari barat paroki Mok. Masih banyak lagi tim yang tidak bisa disebutkan semua oleh penulis. 
Setiap laga dilaksanakan di lapangan Mok. Hujan badai dan kemarau panjang sekalipun, lapangan Mok tetap menjadi sentrum sepak bola paroki Mok. 
Hadiahnya pun tak muluk-muluk amat. Ya, liga ini bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan antara umat di stasi Mok. Meskipun realitanya di lapangan tak sesuai ekspektasi panitia. Liga ini tetap berjalan dan berakhir dengan munculnya juara baru. 
Kontur lapangan Mok yang miring tak membuat patah semangat setiap pemain. Justru ini menambah daya juang pemain untuk juara. Pemain sehebat apapun tak akan bisa menggiring bola dengan baik disini. Tanahnya yang keras di musim kemarau dan licin di musim hujan membuat pemain susah mengontrol bola dengan baik. Pada akhirnya, yang menjadi bintang bukan mereka yang hebat menggiring bola tetapi siapa yang memiliki tendangan keras. Apabila tendanganmu keras menusuk langit, kau akan dipuja dan disoraki penonton di pinggir lapangan. 
   Liga paskah di Mok tak kalah menarik dari laga Barcelona dan Real Madrid dalam lanjutan semifinal leg kedua Copa del Rey di Camp Nou.
Penonton di lapangan Mok tak kalah banyak dari penonton di stadion Camp Nou. Penontonnya juga ramai meneriakan semangat kepada tim yang bermain. Permainan dan strategi tim-tim liga paskah di Mok juga mampu bersaing dengan tiki-takanya Barcelona atau counter attack Real Madrid. Terakhir, jangan kau tanyakan tentang baku pukul di lapangan atau luar lapangan di Mok. Dorongan Ronald Araujo ke Vinicius Jr kalah dari dorongan pemain liga paskah di Mok. Dorongan pemain di Mok diikutsertakan dengan baku pukul yang berujung dengan kartu merah. Kalau sampai ini terjadi,  Mok terasa panas. El Clasico kalah telak dengan liga paskah di Mok. Apalagi kalau yang dimainkan adalah Burupote fc vs Kebunteh fc. Tetapi itu semua adalah jalan untuk menjadi saudara. Tak ada sejarah kehidupan yang luput dari kekacauan. 

   Ada satu hal yang paling istimewa saat liga paskah di Mok yakni munculnya pasar kecil di pinggir lapangan. Memanfaatkan tempat, waktu dan kesempatan penduduk setempat membuka bisnis sementara di pinggir lapangan. Ada warung makan, warung kopi, kios juga penjual buah berjejer rapi. Di hati mereka ada doa supaya penonton membeli barang jualan mereka. Kalah itu ada Jeruk Nunur yang super manis, salak bungan yang sangat enak. Tanpa kita sadari paskah di Mok menggerakkan sedikit perekonomian masyarakat setempat. 

   Sekarang liga paskah itu tinggal kenangan. Semua orang yang menjadi pemain kalah itu hanya merindukan liga paskah di Mok dan menjadikannya bahan cerita untuk anak cucu. 
Dee lestari dalam sebuah tulisan mengungkapkan rindu itu hantu. Jika kau tetap membiarkannya di sudut kepalamu. Ia akan tetap menjadi hantu. Tetapi jika kau berjalan dan menemui rindumu. Ia akan menjadi malaikat untukmu. Kira-kira seperti itulah harapan untuk semua kenangan lama itu. Semoga lapangan Mok tetap menjadi sentrum paroki Santu Agustinus, Mok. Terakhir penulis ingatkan, lupakan semifinal copa del rey itu. Mari berangan untuk liga paskah di Mok. Sehingga terjadilah seperti yang teman saya katakan, lapangan Mok siap menjadi tuan rumah piala dunia U-20. 
Sekian. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar