Senin, 26 Juni 2023

Jangan Heran Jika Nanti Mok Jadi Sebuah Kota

Saya mengimpikan kampung Mok nantinya jadi kota yang kemudian dikenal Mok City, disingkat Moci. Keren bukan?
Tempatnya dingin, udaranya bersih, gerejanya megah, sekolahnya lengkap. PLN  selalu setia menerangi siang dan malamnya. Kurang apalagi coba? 
Oh iya, penghuninya juga punya senyum paling manis dan  pu'at, perpaduan senyum khas Manggarai Rebok dan Teko Mok.
Mok juga pusat paroki St Agustinus. Salah satu paroki terluas di keuskupan Ruteng. Jangan heran kalau Natal dan Paskah, tempat ini sangat ramai. 
Mok juga tempat sentral pendidikan. TK, SD SMP, SMA ada disana. Kalau nanti Tuhan merestui, nanti dibangun sebuah Universitas, hehehe.
Mok semakin hari semakin cantik dan aduhai. 
Dampak globalisasi sejak dulu masuk disana. Tua muda sudah kenal yg namanya medsos. Hampir semua orang punya akun fb,wa. Tidak heran masyarakatnya selalu update.
Pekerjaan masyarakatnya semakin kompleks. Petani, pegawai kantoran, guru dll. Petani merupakan profesi yang tidak akan pernah ditinggalkan. 
Soal olah bola jangan ditanya lagi. Ada banyak tim bola di Mok. Mulai dari Panser fc, Global fc, Aps fc dan San Peter. Namanya keren-keren. Tim  ini punya rekornya masing-masing di pertandingan sepak bola dan volly. Entah pertandingan kandang atau tandang di liga tarkam dan persahabatan.  Semuanya hebat-hebat.  Ya, lebih hebat lagi kalo nnti ada satu klub atas nama Moci tercinta ini.
Pariwisatanya bagaimana? Mok itu indah dan permai. Pariwisatanya belum seterkenal Wae Rebo atau semasyhur Labuan Bajo itu. Mok dengan segala keterbatasannya mencoba mengembangkan pariwisatanya dari usaha swadaya masyarakat.  Lihatlah semangat masyarakatnya membersihkan jalur ke Par Pipi, jurang tertinggi di Mok. 
Mok punya Mbaru Mbo, Benteng Mondo. 
Mok punya sejarah masa lalu yang jaya dalam diri Dalu Kepo yang super imut itu. 
Mengapa Kepo begitu istimewa dengan menyandang status kedaluan?. 
Jadi janganla heran kalau nanti Mok jadi kota. Kota Mok atau Moci tepatnya. 

Tetapi semestinya masih banyak yg dibenahi di Mok. Sumber airnya sangat melimpah. Tetapi kok aneh setiap tahun ada masalah air bersih melulu . Masalahnya yg lain kan enak, biar benar-benar kompleks jadi sebuah kota. Masalah banjir misalnya. Itu Kan terlihat seperti Jakarta hehehe.
Mok bisa diakses menggunakan kendaraan roda 2 atau 4 . Mengunjungi Mok merupakan ujian. Treknya berlubang dan menanjak. Ada tiga titik ekstrim sebelum memasuki kampung Mok yakni Pata, Ndueng dan Rita. Selain memiliki cerita mistis dan horor yang mengerikan turunan Pata dan tanjakan Ndueng merupakan tempat untuk menguji mental berkendara. Jalanan berlubang dan tanjakan panjang akan memberikan sensasi spektakuler dalam berkendara. Melewati dua titik itu, Tanjakan panjang  Rita menanti. Tanjakan paling panjang sebelum memasuki Mok. Kendaraanmu akan dibuat hancur di trek ini. Ah sudahlah jangan bahas tentang jalan. Setiap kali ke Mok ingat saja kutipan fiersa besari ini " tak semua jalan dilapisi aspal mulus. Tak semua jalanan dihiasi trek lurus.  Kadang kita harus berputar sebelum mencapai tujuan dan bertemu kebenaran ". Pada akhirnya, berterimakasihlah pada sopir-sopir juga tukang ojek yang setia menahan rasa sakit punggung di trek ini. 

Puji Tuhan Mok semakin hari makin aduhai dan mempesona . Tinggal di dandani lagi biar makin cantik dan lebih menarik. 
Sore hari di bulan Oktober sampai akhir tahun, rintik-rintik hujan selalu mewarnai kanvas senja di Mok. suasananya paling manis. Kopi hitam dengan jagung manis juga  teko bisa melenyapkan sejenak semua masalah. 
Jika nanti Mok menjadi desa tersendiri atau tidak, itu tidak apa-apa. Intinya jika nanti ada yang ingin bekerja dimana saja di Mok , tidak ada lagi budaya masuk melalui dapur dengan manuk lalong di tangan. Amin. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar