Selasa, 14 Mei 2024

Nyanyian Pohon Cengkeh

Apa yg paling kau rindukan sob;
Mbaet tergantung di punggung,
Selek kope di pinggang,
Mbako maghit di tangan kiri atau
Si bawuk yg tak henti-hentinya menggonggong?

Apa yg paling kau ingin ulangi sob;
Pagi-pagi menghalau embun di dedaunan,
Ibu yg sigap menyalakan api di sekan,
Ayah yg sibuk sagi kope atau 
Dirimu yg menghabiskan dua gelas kopi penyemangat untuk menghilangkan kantuk. 

Apa yg paling kau rindukan sob;
Panggilan ibu untuk inu wae kolan gola,
Teriakan bocil untuk makan siang atau 
Gerakan imi amas pura-pura tidak dengar panggilan tadi, padahal kaki su gemetar lambung pun ikut cemas. 

Sob, lupakah kau pada speaker kecil yg mereka bilang zieng itu. 
Teman sejati di pucuk pohon yg sedikit menari ditiup angin. 

Sob, masih ingatkah nyanyian ayah di pucuk pohon? 
Nyanyian khas nenggo yg paling merdu.
Tentang hidup dan mati,
Tentang cinta dan dicintai,
Tentang adat dab istiadat. 
Namun kau dari pucuk pohon lainnya membalas ayah dengan nyanyian rapper;
Hidup dan mati atau cinta dan dicintai ada di tangan Tuhan. Tak perlu ditangisi. 
Namun harga hasil bumi ada di tangan mereka. Naik dan turun urusan mereka. 
Jadi kapan kita kaya? 

Kau masih di ingat to sobat?