Kamis, 08 Agustus 2024

Tempat Favoritmu di Masa Kecil. Kapan Terakhir kau Kesana?

Halo sobat. Bagaimana kalian menjalankan masa kecil kalian dulu. Apakah menarik dan membekas di hati? Atau biasa-biasa saja sebagai aktivitas yang tidak penting untuk diceritakan pada anak cucu. 

Tentang masa kecil, generasi 1990-an akhir sampai 2000-an awal punya kisah yang sangat menarik. Anak-anak lahir di rentang tahun-tahun tersebut kerap disapa generasi Y dan generasi Z .
Generasi milenial atau generasi Y seperti ditulis Wikipedia merupakan mereka yang lahir pada tahun 1981 sampai 1996. Sedangkan gen Z merupakan mereka yang lahir pada tahun 1997 sampai 2012. Kerap kali mereka disebut Zoomers. 
Sampai disini ijinkan saya bertanya. Bagaimana sobat melihat masa kecil anak-anak zaman sekarang( generasi alpha). Bagaimana perbandingannya?
Pertanyaan itu akan diulas dengan sederhana dalan tulisan kecil ini. Silahkan simak sobat. 

Sebelum kencangnya arus globalisasi di bidang informasi dan teknologi melanda kampung kecilku; Mok, Bungan, Sembong dan Tenda Gereng, anak-anak kerap banyak dijumpai di lapangan bola, sungai ataupun hutan. 
Pada usia enam tahun, penulis bersama teman-teman sudah sering menjelajahi sungai disekitar kampung. Apalagi pada usia 10 sampai 12 tahun yakni masa akhir di pendidikan sekolah dasar, penulis sudah sering menerobos masuk pong Mbengan, Tedon, wae Lopong dan lain-lain. Kerapkali menjelajahi sungai sampai ke hulu. Lalu bagaimana dengan sobat. Apa tempat favoritmu di masa kecil? Ada beberapa tempat yang masih membekas di ingatan penulis tentang tempat-tempat itu yakni;

Pertama ada Tiwu Mbawarani yang eksotis dan elok. Tiwu Mbawarani merupakan sebuah kolam alami, tempat mandi yang terletak di sebelah barat kampung Mok. Tepatnya di wae Tuan. Tiwu ini sangat melegenda di kalangan anak-anak Mok. Konon, tempat bermain yang paling asyik adalah di Mbawarani. Tiwu ini memiliki ukuran panjang kurang lebih sepuluh meter dengan kedalaman kurang lebih dua meter. Mbawarani menjadi wadah anak-anak kampung berlatih renang. Kerap juga digunakan untuk uji renang antar anak-anak. Penulis beberapa berenang di Mbawarani. Tempatnya sangat istimewa. Disana banyak dijumpai anak-anak kampung Mok juga kampung tetangga yang datang berenang. 
Seandainya dulu memiliki kamera. Maka aktivitas renang di Mbawarani sangat indah untuk diabadikan. 
Teman saya yang tidak mau disebutkan namanya pernah bilang "jangan mengaku anak Mok kalau belum pernah berenang di Mbawarani".
Kedua ada Pong Mbengan yang sangat perkasa dengan kayu dan sungainya yang dingin. Pong(hutan) Mbengan merupakan sebuah hutan yang menaungi desa Mbengan dan beberapa desa lainnya di kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur. Dari hutan ini masyarakat mendapatkan pasokan air yang berlimpah. Pong Mbengan merupakan destinasi penjelajahan yang romantis bagi masa kecil anak-anak kelahiran 90-an bahkan sebelumnya serta anak-anak kelahiran 2000-an awal. 
Kalah itu sering dijumpai anak-anak dengan parang di tangan kanan menerobos masuk Pong Mbengan. Sorenya mereka keluar menuju kampung dengan kresek hitam penuh wua nito dan wua damu
Ada banyak jalan menuju Pong Mbengan. Mulai dari mengikuti jalan yang sering digunakan masyarakat berburu. Kemudian mengikuti jalur menuju hulu sungai. Wae garet, wae kutung, wae nggereng, dan wae Mapar kerap dijelajahi bocah-bocah yang sekarang mungkin sudah punya anak atau cucu, hehehehe. 
Pergi ke Pong Mbengan bukan sekadar bertamasya dengan pepohonan. Tetapi disana merupakan tempat mencari kayu bakar yang tidak pernah habis-habisnya. 
Ada banyak tempat bersejarah yang sangat menarik di Mbengan. Sebut saja Watu Weri, Diri Japi dll . Tempat-tempat ini sangat mistis dan bersejarah. Berikutnya kita akan menceritakan sejarahnya. Intinya sobat semua baca ini dulu,hehe. 

Ketiga ada Par Pipi yang sangat indah dan menawan. Par pipi merupakan sebuah jurang yang berada di wae Mapar. Jurang ini merupakan jurang tertinggi dan paling sering dikunjungi. Par pipi sangat menawan. Di dasar jurang terdapat sebuah tiwu yang sangat dalam. Sembari menikmati air yang jatuh dari jurang. Alangkah sedapnya kalau kita berenang dibawa kaki par pipi. Pada masa kecil penulis dan sobat-sobat sekalian tentunya, par pipi sangat sulit diakses. Medannya sangat curam. Tetapi ketika sampai di kaki par pipi. Sobat akan menikmati setiap rintik air yang jatuh dari puncak jurang. Kadang kita bisa menyaksikan pelangi di yang sangat cantik di par pipi. Selain itu, ada monyet yang sangat banyak mendiami disekitar kawasan Par Pipi. Kalau sobat beruntung, maka monyet-monyet ini kerap datang mempertontonkan dirinya di puncak pohon.
Keempat ada sungai-sungai. Ada beberapa sungai yang mengalir disekitar kampung Mok, Bungan, Kemus, Tenda Gereng. Sungai-sungai tersebut yakni wae Mapar, wae nggereng, wae ngiung, wae garet, wae tuan. Sungai-sungai ini merupakan tempat favorit penjelajahan bocah-bocah kalah itu. Di sungai banyak aktivitas yang sering dilakukan. Berenang, tembak ikan, bakar ubi, bakar daging ayam tetangga dan lain-lain. Sungai juga menjadi tempat rekreasi yang sangat dirindukan. Disana bocah-bocah bertelanjang kaki berlarian, baring dan berteriak sebebas-bebasnya. Siapa yang larang. Salah satu alasan sungai menjadi tempat favorit adalah karena disana tempat pelarian setelah menangkap ayam tetangga,hehehehe. 

Sobat, bagaimana menurut kalian tempat-tempat tersebut. Kapan terakhir kalian kesana. Masih ada banyak tempat yang sering menjadi tempat kita dulu menghabiskan masa kecil. Apalagi waktu liburan sekolah. Malam hari baru pulang ke rumah. Ada satu cerita yang sangat melegenda di kampungku. Waktu itu ada tiga sekawan membuang pancing di sungai. Ketika gelap mereka tidak pulang ke rumah orang tua. Tetapi pergi ke rumah keluarganya yang sangat jauh. Kira-kira 100 kilometer jauhnya. Masa itu belum ada Facebook, Wa dan lain-lain. 
Mendengar kabar hilangnya ketiga sobat ini. Sekonyong-konyong masyarakat kampung mencarinya menuju sungai dan hutan. Tapi hasilnya nihil. Besok paginya ketika masyarakat sedang menikmati kopi, terdengar kabar bahwa mereka berada di kampung keluarga. Sontak warga kampung marah bukan main. Beberapa hari kemudian mereka pulang ke rumah orang tuanya dan disambut pelukan hangat dari kabel dan selang yang melilit di badan. Hahahaa. Kacau benar sobat itu. 

Sekarang sudah berubah. Anak-anak lebih sering menghabiskan waktu bersama gadget. Mereka lebih sering menghabiskan waktu berselancar di media sosial, game dan lain-lain. Itu semua karena perkembangan teknologi yang canggih. Tidak ada salahnya. Asalkan digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
Sekian saja cerita hari ini sob. 
Jangan lupa baca(RT)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar