Sabtu, 22 Maret 2025

Pong Mbengan; Ibu yang Tidak Pernah Kehilangan Iba

(Barangkali ada cara untuk meramal rindu yang lenting dengan anggun di dahan pohon gamal. Jatuhnya santai melukai alang-alang kering. Rinduku padamu adalah rindu pada dinginnya pong selong. Rinduku padamu adalah rindu gemericik air yang jatuh di jurang-jurang kecilmu. Rinduku padamu adalah rindu pada warga-warga dengan dua sampai tiga kg pasir dipunggung menyusuri terjalnya jalanmu)
(salah satu anak sungai dari pong Mbengan)
Pegunungan Dafonsoro atau cyclop adalah atap negeri papua, tepatnya sentani.  
Membentang sekitar 36 km dari barat ke timur. Cyclop menjadi sumber mata air bersih yang menghidupi setiap insan di Jayapura. 
Memandang Cyclop setiap harinya mengingatkan pada sebuah pegunungan yang spesial. Namanya golo Mbengan. 
Golo Mbengan merupakan atap desa Mbengan. Dari golo Mbengan kau akan menyaksikan ciptaan Tuhan di selatan Kota Komba. Di kejauhan ada wolo Komba juga ada poco Ndeki yang masyhur itu. 
Sejak bertahun-tahun, golo Mbengan yang dipenuhi pepohonan rimbun dan rapat itu menjadi hutan yang menjadi sumber air bagi masyarakat Mbengan dan desa tetangga.Golo Mbengan atau pong Mbengan menjadi sumber kehidupan masyarakat. Air segar yang mengalir dari puncaknya menjadi primadona kehidupan yang tak terbantahkan.
Masyarakat Mbengan dan sekitarnya yang notabene bergantung dari air yang mengalir dari pong Mbengan tak pernah berhenti bersyukur untuk keberadaannya. 
(potret seorang masyarakat disebuah anak sungai dari pong Mbengan)
Eksistensi pong Mbengan sangat penting bagi keberadaan masyarakat di lereng-lerengnya. Tanpa pong Mbengan, semua orang tidak bisa sepuas hati menikmati air bersih.  

Ada begitu banyak kisah tentang air yang mengalir dari pong Mbengan. Tentang dingin dan segarnya air. Tentang banyaknya ikan dan lelos. Tentang air yang dicemari obat atau racun. Tentang derasnya arus sungai yang menghanyutkan manusia. Tentang bak air( penampung) dan pipa yang mubazir. Tentang proyek yang belum rampung tetapi sudah gunting pitah. Tentang swadaya masyarakat mengangkut pasir dan lain-lain ke pong Mbengan. 
Kisah terakhir ini paling menarik. 
Matahari begitu teriknya menyinari Mbengan kalah itu. Masyarakat Mbengan yakni dusun Mok dan Bungan beramai-ramai menuju pong Mbengan. Rupanya ada himbauan, masyarakat  membantu mengangkut material menuju titik pembuatan bak penampungan air.
Hari itu, pong Mbengan begitu ramainya. Suara nyanyian dan candaan menghiasi perjalanan masyarakat ke titik penampungan material. Semua bergembira. Sebab air bersih sedang susah-susahnya. 
Apalagi bagi warga dusun Mok yang notabene sangat sulit mendapatkan air bersih dari pong Mbengan. 
Akhirnya pekerjaan hari itu selesai juga. Masyarakat kembali ke rumahnya masing-masing. Semua membawa cerita akan segarnya air di pong Mbengan. Cerita akan sulitnya jalur menuju titik penampungan. 
Beberapa hari kemudian, hujan lebat mengguyur pong Mbengan dan sekitarnya. Air hujan menghujam bumi dengan kerasnya. Debit air sungai pun meningkat. Beberapa sungai banjir. Termasuk sungai di titik penampungan material itu. Alhasil, perjuangan masyarakat itupun ikutan hanyut terbawa banjir. 
(foto diambil saat pulang mengangkut material)
 Pong Mbengan adalah Tentang harapan akan kehidupan. Dibawah atap pong Mbengan, semuanya hidup dan berjuang. Kadang bahagia kadang juga sedih. Kadang diatas kadang dibawah, kadang juga kemana-mana. 
Kemarin ada kisah. Tangisan dan ratapan di pesisir Mbengan. Anaknya tak mendapatkan jatah air yang mengalir darinya.
Tangisannya sampai ke negeri nun jauh disana; dilembah cyclop. 
Sudahi amarahmu kawan. Seorang pahlawan dititipkan Tuhan di negeri kita. 
Pong Mbengan adalah ibu untuk semua kampung. Pong Mbengan adalah Ibu yang tak pernah kehilangan iba. Atapnya kuat menaungi anaknya. Tak akan dibiarkan anaknya menangis dalam kehausan. Dia cuma butuh pahlawan, agar air yang mengalir darinya sampai ke anak-anaknya.
Terakhir; kita adalah anak yang menyusui pada ibu yang sama. Kau ko kami kita kia adalah saudara. 
Tabe. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar